Waspada Gangguan Ginjal Akut Misterius, Apakah Obat Batuk & Flu Parasetamol Cair Dihindari Dulu? Ini Kata Dokter Paru

Wecome Hendelforex di Portal Ini!

Hendelforex – Gangguan ginjal akut misterius yang menyerang anak-anak diyakini disebabkan oleh obat batuk parasetamol dan sirup flu, meski belum bisa dipastikan kebenarannya. Waspada Gangguan Ginjal Akut Misterius, Apakah Obat Batuk & Flu Parasetamol Cair Dihindari Dulu? Ini Kata Dokter Paru

Untuk menghindari segala kemungkinan, ahli paru meminta para orang tua untuk waspada.

Ketua Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Dr. Agus Dwi Susanto, SpP menegaskan, jika anak mengalami batuk sebaiknya jangan langsung memberikan obat batuk.

Dr Agus menjelaskan, batuk merupakan mekanisme fisiologis alami tubuh yang terjadi karena respon tubuh berusaha mengeluarkan benda asing dari saluran pernafasan seperti virus, bakteri, bahkan bahan iritan atau dahak.

Oleh karena itu disarankan, ketika anak batuk, jangan langsung memberikan obat batuk pada anak, sebelum diketahui apa penyebab batuknya. Ilustrasi gagal ginjal akut yang misterius. (Fripik) 5 Tahun Usai Jalani Stem Cell Leukemia, Pria California Masih dalam Masa Remisi HIV

Sebenarnya pada kondisi tertentu kalau kita batuk tidak perlu diberikan obat karena akan mengeluarkan sesuatu yang tidak semestinya, kata dr Agus saat dihubungi Hendelforex, Selasa (18/10/2022). ).

Menurutnya, ada beberapa jenis obat batuk yang patut Anda ketahui, yakni menekan mekanisme batuk yang mengiritasi dan ada pula yang mengencerkan dahak.

Masalahnya kata Dr. Ego, kalau batuk yang anda derita ini karena reflek tubuh yang berusaha mengeluarkan dahak, namun justru memberikan obat pereda batuk agar batuknya mereda, alhasil dahak di tenggorokan tidak keluar.

Sebab, ketika dahak diencerkan, dahak mudah dikeluarkan, namun dahak tidak tertahan. Kalau dipencet, dahak tidak bisa keluar, jelasnya.

Selain itu, ada juga keadaan batuk sesak nafas akibat asma, maka dilarang keras meminum obat anti batuk. Sebab, obatnya bisa menekan batuk, dan salurannya bisa menyempit.

“Jadi sebaiknya penderita asma diberikan obat untuk memperlancar saluran pernafasannya agar kembali normal, bukan obat batuk,” tegas dr Agus.

Itu sebabnya orang tua diminta menunggu 2 hingga 3 hari sebelumnya, hingga mengetahui dan mengevaluasi penyebab batuknya. Jika tidak kunjung hilang, Anda mungkin akan diberikan obat batuk yang dijual bebas, dengan syarat Anda membaca petunjuk penggunaan pada kemasan.

“Setelah 3 hari tidak kunjung sembuh, kami terpaksa membawanya ke rumah sakit,” tutupnya.

Sementara itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM RI telah melarang semua obat sirup obat batuk di Indonesia yang menggunakan dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol (EG). Hal ini menyusul 69 anak yang meninggal di Gambia, Afrika akibat penyakit ginjal akut setelah mengonsumsi sirup obat batuk.

Perlu diketahui, 4 sirup obat batuk untuk anak yang diproduksi oleh Maiden Pharmaceuticals Limited, India, mengandung dietilen glikol dan etilen glikol disebut-sebut menjadi penyebab kematian anak-anak di Gambia karena cedera ginjal akut.

Namun Kepala BPOM RI Penny K. Lukito menegaskan, 4 obat batuk yang diduga menyebabkan gagal ginjal akut tersebut tidak ada di Indonesia, bahkan BPOM tidak pernah mengeluarkan izin edar.

Berdasarkan penelusuran BPOM, keempat produk yang disebutkan di Gambia tersebut tidak terdaftar di india dan hingga saat ini belum ada satupun produk dari pabrikan Maiden Pharmaceutical Ltd, India yang terdaftar di BPOM, jelas Penny. Waspada Gangguan Ginjal Akut Misterius, Apakah Obat Batuk & Flu Parasetamol Cair Dihindari Dulu? Ini Kata Dokter Paru

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan kasus misterius gagal ginjal akut yang muncul di Indonesia, dalam dua bulan terakhir, menyerang anak-anak berusia enam bulan hingga 18 tahun.

Sebanyak 189 kasus gagal ginjal akut telah dilaporkan sejauh ini dan sebagian besar penderitanya berusia antara satu hingga lima tahun.

Hingga 18 Oktober 2022, telah dilaporkan 189 kasus yang sebagian besar terjadi pada usia satu hingga lima tahun, kata Plt Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan Yanti Harman di Jakarta.

Para orang tua diimbau untuk tidak panik dan tetap mewaspadai munculnya gangguan ginjal pada anaknya dengan cara memantau status kesehatan dan mencukupi kebutuhan cairan anak.