Arsip Tag: yudha arfandi

Tamara Tyasmara Akan Jalani Tes Kejiwaan Hari Ini Terkait Meninggalnya Dante

Jakarta –

Artis Tamara Tiasmara hari ini akan menjalani pemeriksaan kejiwaan forensik atas kematian putranya, Dante.

Hal tersebut dibenarkan langsung oleh Sandy Arfin selaku kuasa hukum Tamara Tiasmara.

“14.00 Tuhan selamatkan kami,” kata Sandi Arifin kepada DatCom, Kamis (15/2/2024).

Sebelumnya, mantan suami Tamara Tiasmara, Inger Dimas, menjalani pemeriksaan psikologi forensik pada Selasa (13/2/2/2024) di Biro SDM Polda Metro Jaya sekitar 2,5 jam.

“Cuma tes psikologi saja, kita sudah biasa, kalau misalnya ada kerugian, kita harus periksa psikologinya apakah kita gila atau tidak,” kata Anger Demas, Selasa (13/10) di Polda. Mereka bertemu di Metro Jaya. 2/2/2024).

Pertanyaannya mengalir begitu saja: “Apa kabarmu, apa kabarmu?” Apa yang kamu rasakan saat belum mati,” lanjutnya.

Pada saat yang sama, tujuan dari tes ini adalah untuk mengetahui apakah ada keengganan terhadap kematian anak tenggelam yang dilakukan oleh YA.

“Ini (pemeriksaan forensik) untuk memastikan tidak ada niat jahat. Tujuan pemeriksaan psikologi ini apakah orang tersebut ada niat jahatnya,” jelas Anger Dimas.

Adapun hasil pemeriksaan medis-psikologis ini, Anger Demas belum mengetahui hasilnya. Namun nanti polisi akan memberikan penjelasannya.

Nanti hasilnya akan disampaikan ke polisi, jadi kita belum tahu hasilnya apa, tutupnya.

Simak Videonya: Usai Tes Psikologi, Angier Demas Minta Ditemui Tersangka Pembunuhan Dante

(oh/ kucing)

Tamara Tyasmara Geram dan Bingung Diteriaki Oknum Klaim Keluarga Yudha Arfandi

Jakarta –

Tamara Tyasmara ikut serta dalam rekonstruksi dugaan pembunuhan Dante yang dilakukan Yudha Arfand. Tamara ikut melakukan rekonstruksi di dua tempat, Polda Metro Jaya dan Kolam Renang Palem.

Sesampainya di Kolam Palem di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Tamara Tyasmara disambut teriakan keluarga dan sahabat Yudha Arfand. Mereka memasang poster besar berwarna merah yang menyatakan bahwa Yudha Arfand difitnah.

“Tuhan tolong kamu Yudha Arfandi. Biarlah kamu difitnah orang. Kamu orang baik, kamu difitnah. Kami semua mendoakan kamu. Semoga kamu selamat di akhirat,” bunyi spanduk yang dibuka orang-orang dalam rombongan. pada Rabu (28.02.2024).

Spanduk itu dibentangkan melintasi penutup kolam. Ada juga beberapa orang di atap.

Tamara Tyasmara mengatakan kepada detikcom melalui telepon bahwa dirinya tidak menyangka hal tersebut dan sangat terkejut ketika orang yang diundangnya, keluarga dan teman Yudha Arfand meneriakinya.

“Iya, keluargaku berteriak memanggilku. Mereka memintaku untuk jujur ​​sepenuhnya. ‘Tamara, jujur!'” kata Tamara Tyasmara.

Tamara Tyasmara yang sejak awal menahan emosi karena melihat Yudha Arfand, semakin merasa marah dan bingung. Ia merasa seharusnya Yudha Arfandi berteriak seperti itu.

“Nah, apa yang harus saya jujur? Saya jujur ​​lho. Terus mereka bilang mereka juga difitnah, jadi mereka semacam menuduh saya,” ujarnya.

Makanya saya langsung ke Arfand ketika saya bergabung. Makanya mereka tidak berteriak, tidak menghormati yang melakukan rekonstruksi, kata Tamara Tyasmara.

Tamara Tyasmara meminta peneliti melihat rekonstruksi kolam tersebut. Tamara sendiri tidak hadir di lokasi kejadian dugaan pembunuhan.

Ibunda Dante merasa tak pernah menyudutkan Arfand. Tamara sudah menyerahkan segalanya pada polisi.

“Saya korban di sini, saya merasa aneh. Dari kemarin saya fokus ke Dante. Saya tidak menyudutkan Arfand. Saya sudah percaya pada polisi. Saya tidak mau main hakim sendiri. ” kata Tamara Tyasmara. Tonton video “Kelakuan Mencurigakan Pacar Tamara Tyasmara Sebelum Dante Tenggelam” (kucing/bibi)

Teka-Teki Kasus Kematian Dante: Analisis Tuduhan Terhadap Tamara Tyasmara Dianggap Tak Masuk Akal

Hendelforex, Jakarta Kisah yang sekilas menggambarkan meninggalnya putra Tamara Tyasmara, Dante, masih menyisakan banyak misteri. Meski orang pertama yang melihat Tamara, Yudha Arfandi, berstatus tersangka, pihak keluarga enggan menyalahkan Yudha atas tragedi tersebut.

Tuduhan Tamara Tyasmara pun mengemuka dan keluarga Yudha menudingnya tidak menjaga anak mereka. Namun pakar hukum Chairul Huda tak terima dengan anggapan tersebut, karena menilai jika Tamara menyerahkan anaknya kepada Yudha Arfandi, hal itu tidak bisa dianggap kelalaian.

“Kalau dibilang lalai, kelalaiannya apa? Dia tidak membiarkan anaknya ke kolam sendirian, tapi bersama orang yang dia percaya,” kata Chairul Huda dalam pertemuan di Kecamatan Pamulang, Tangsel, Rabu (21/02/2024). . ).

Menurut Huda, penelantaran baru akan diketahui jika anak berjalan sendiri tanpa pengawasan, tidak bisa berenang, dan akhirnya tenggelam. Dia bersikeras agar Tamara memberikan anaknya kepada seseorang yang dia yakini akan melindunginya.

Oleh karena itu, akan dianggap kelalaian jika anak ini berjalan sendiri tanpa pengawasan, tidak bisa berenang kemudian tenggelam, tambahnya.

Dalam rekaman CCTV, Dante terlihat berenang bersama Yudha Arfandi. Huda mengatakan, bantuan fisik tersebut diberikan oleh seseorang yang telah melakukan sesuatu terhadapnya.

“Ada pertolongan fisik dari pelakunya. Tidak perlu bila ibu lalai memberikan anaknya kepada orang lain,” ujarnya.

Namun keluarga Yudha Arfandi belum sepenuhnya menerima teori Huda yang tetap meyakini Tamara Tyasmara juga bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Kontroversi kian pelik akibat pernyataan Chairul Hooda yang menyebut tuduhan keluarga Yudha Arfandi tidak berdasar.

Sementara itu, Polda Metro Jaya terus menyelidiki kasus tersebut. Sekolah terbaru Dante mengeksplorasi aktivitas renang anak-anak. Direktur yayasan sekolah Wani Siregar membenarkan Dante jarang mengikuti pelajaran renang, namun hal itu hanya terjadi pada tahun ajaran baru.

Dante meninggal pada tahun 2024. 27 Januari sambil berenang di Tirtamas Water Park, Pondok Kelapa, Jakarta. Peristiwa ini bukan disebabkan oleh suatu kecelakaan, melainkan karena usaha Yudha Arfandi yang saat itu merupakan kekasih Tamara Tyasmara. Permasalahan ini masih terus berkembang sehingga menimbulkan banyak pertanyaan dan perdebatan di masyarakat.

Angger Dimas Ogah Terpengaruh Pernyataan Keluarga YA yang Membela Tersangka: Sekali Pembunuh Anak, Ya Sudah

Hendelforex, Jakarta Hingga saat ini, Anger Dimas masih berduka atas meninggalnya putranya, Dante, yang merasa aneh saat berada di kolam renang. Kematian Dante berujung pada kasus dugaan pembunuhan dengan tersangka YA, mantan kekasih Tamara Tyasmara.

Seiring berjalannya waktu, tampaknya semakin banyak anggota keluarga YA yang tidak setuju jika mantan kekasih Tamara Tyasmara itu menjadi tersangka pembunuhan Dante. Bahkan, keluarga tersangka sepertinya ingin nama YA dihapus dari status hukumnya.

Dimas yang marah tak terpengaruh dengan pernyataan keluarga YA. Sekecil apapun perbuatan YA yang menyebabkan kematian Dante saat berada di dalam sumur, Amarah Dimas tetap menganggap YA sebagai pembunuh putranya.

“Dia pembunuh anak (dulu pembunuh anak), sekarang jadi pembunuh anak. Itu saja,” kata Anger Dimas dalam keterangannya, merujuk pada kanal YouTube CumiCumi, Senin (19/2/2024) saat di acara Dante. sekolah. .

Lebih lanjut, Anger Dimas mengungkapkan keterkejutannya hingga saat ini masih ada pihak yang menyebut YA bukanlah pembunuh anaknya. Bahkan, bukti potensi di kolam renang tersebut terlihat jelas dalam rekaman CCTV.

“Enggak ada yang harus kita lakukan, saya tidak tahu. Kalau misalnya masih ada yang bilang jangan sampai membunuh anak, saya kaget,” sambung Anger Dimas.

Di sisi lain, Tamara Tyasmara belum mengomentari permintaan keluarga YA tersebut. Tamara diketahui sebelumnya diminta menyatakan YA tidak bersalah.

Sementara itu, Tamara Tyasmara sendiri tengah galau atas meninggalnya Dante, dan sebelum YA menjadi tersangka, ia mengaku siap menuding Dante sengaja mati.

Sebelumnya, Tamara Tyasmara sempat dihujani komentar pedas di media sosial yang menudingnya bahagia atas kematian anaknya. Pasalnya, banyak sikap Tamara Tyasmara yang diyakini netizen menunjukkan hal tersebut.

Namun belum lama ini, seorang teman bernama Angie Ang memposting video momen Tamara Tyasmara menangis sejadi-jadinya di hari pemakaman Dante. Dalam video tersebut, Tamara Tyasmara menangis tersedu-sedu hingga pingsan. Dia bahkan tidak mau meninggalkan makam putranya yang dipenuhi bunga.

“Tadi sahabatku @tamaratyasmara bahagia banget. Mulai tanggal 27 Januari 2024 hilang kebahagiaannya. Kebahagiaannya direnggut. Video yang belum diunggah ini menunjukkan betapa rentannya. Al-fatihah untuk Raden Andante Khalif Pramudityo,” tulisnya Angie Ang, Senin (12/2/2024).

Kini misteri kematian Dante perlahan terungkap. YYA yang juga kekasih Tamara ditetapkan sebagai tersangka karena Dante tenggelam saat mengikutinya berenang. Namun masih banyak netizen yang menduga Tamara bersekongkol dengan YA.

Sebelumnya, setelah YA ditetapkan sebagai tersangka, akun media sosial yang pemiliknya mengaku sepupu YA mengunggah video Dante dan mantan pacarnya Tamara Tyasmara.

Pemilik akun yang diketahui berinisial SR itu membantah YA berniat mengakhiri hidup Dante. Ia juga mengatakan Tamara Tyasmara harus bertanggung jawab atas kecerobohan Dante.

Angger Dimas Titip Pesan Ini ke Pelaku yang Tenggelamkan Dante

Jakarta –

Yudha Arfandi telah ditangkap dan ditetapkan polisi sebagai YA sebagai tersangka kematian Dante. Angger Dimas, ayah Dante sekaligus mantan suami Tamara Tyasmara, memberikan pernyataan mendalam dan berharap siapa pun yang melakukan pelanggaran tersebut bisa dihukum.

Angger Dimas mengaku tak diajak bertemu Yudha Arfandi yang kini berada di Polda Metro Jaya. Oleh karena itu, ia ingin memberikan sesuatu kepada pria yang kedapatan menenggelamkan anaknya itu.

“Saya cuma mau share itu, misal dia nonton, yang ditabur itulah yang dapat. Iya tabur, tuai,” kata Angger Dimas kepada Polda Metro Jaya, Dé Selasa (13/2/2024).

Polisi menjerat Pasal 340 KUHP atas pembunuhan di depan Yudha Arfandi. Angger Dimas sangat setuju jika pacar mantan pacarnya harus ada dalam artikel ini.

“Oh, setuju. Seharusnya ini di bawah Bab 340, bukan Bab 359 atau 338. Ini yang harus kita hadapi,” kata Angger Dimas.

Angger Dimas berharap penyelidikan atas kematian putranya bisa terus berlanjut hingga selesai. Jangan biarkan situasi anak Anda menunggu.

Ia berharap kematian putranya tidak ditutup-tutupi oleh pihak pesta demokrasi.

“Ya, saya harap ini tidak berakhir dengan pemilu. Namun, saya akan melindungi nyawa anak saya,” ujarnya.

Soal tuduhan lainnya, Angger Dimas tak mau berpikir panjang. Seluruh gugatan ini diserahkan kepada polisi.

“Cuma protes, kita biasa saja. Kalau ragu biar polisi yang mengembangkannya, tidak perlu dulu,” jawab Angger Dimas. Tonton Video “Raffi Ahmad Sudah Lama Kenal Pacarnya Tamara Tyasmara, Sekarang Dia Tak Bicara” (ahs/pus)

12 Kali Tenggelamkan Kepala Dante, YA Berdalih Begini

Hendelforex, Jakarta – Polda Metro Jaya terus memeriksa Y, tersangka kematian Dante, anak Unger Dimas dan Tamara Tiasmara.

Direktur Jenderal Reserse Kriminal (Dirkrimom) Polda Metro Jaya Kompi Paul Wira Satya Triputra membeberkan alasan YA mencelupkan Dante ke kolam renang.

Baca Juga: Apa Motif Remaja Tenggelamkan Anak Tamara Tiasmara? Polda Metro Jaya mengatakan:

Menurutnya, YA mengaku hanya ingin melatih teknik pernapasan pada anak berusia enam tahun.

“Tersangka mengaku melakukan latihan pernapasan dengan latihan pernapasan yang termasuk dalam program BAP. Namun akan kita bandingkan dengan keterangan saksi dan ahli,” kata Wira Satya Triputra di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (12/2). ). .

Baca Juga: Oh, Sepertinya Tamara Tiasmara dan Ya menyempatkan diri untuk jalan-jalan bareng di kolam renang.

Ia dituduh mengubur kepala korban sebanyak 12 kali dalam kurun waktu berbeda.

Diantaranya adalah 14 detik, 24 detik, 4 detik, 2 detik, 26 detik, 4 detik, 21 detik, 7 detik, 17 detik, 8 detik, 26 detik, dan terakhir 54 detik.

Baca Juga: Beberapa Detik Sebelum Tersangka YA Tenggelamkan Anak Tamara Tiasmara

Wera Satya Triputra mengatakan YA khawatir tindakan kejamnya akan diketahui orang lain.

Dia menambahkan: “Alasan perbedaan waktu adalah, menurut analisis video, ada jejak yang dilihat atau dilewati oleh petugas penyelamat ketika (korban) tenggelam dalam waktu singkat.”

Polda Metro mendakwa Jaya Yaya dengan sejumlah pasal dalam kasus kematian Dante.

Tersangka J dijerat Pasal 76C jo Pasal 80 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 RI Perubahan Pasal 340 dan/atau Pasal 338 UU No. Hukum pidana. Pasal 359 KUHP dan/atau KUHP.

Dante, putra Unger Dimas dan Tamara Tiasmara dikabarkan meninggal dunia setelah tenggelam di kolam renang kawasan Jakarta Timur pada 27 Januari 2024.

Polisi menyelidiki dan melakukan otopsi terhadap jenazah Dante beberapa hari lalu.

Selain itu, pihak berwenang juga memeriksa rekaman pengawasan kolam renang tempat Dante meninggal.

Rekaman CCTV menunjukkan Dante sengaja ditenggelamkan oleh tersangka Yoda Arvandi yang akrab disapa YA.

Sedangkan Yoda Arvandi merupakan kekasih mantan istri Anger Dimas, Tamara Tiasmara. (Dade/JPNN)

Tamara Tyasmara Buka Pengakuan Pacar Usai Dante Meninggal dan Tuduhan ‘Cek TKP’

Jakarta –

Sepeninggal Dante, Tamara Tyasmara banyak mendengar tuduhan tak masuk akal terhadap dirinya dan kekasihnya, Yudha Arfandi alias YA pun ditetapkan sebagai tersangka. Tamara Tyasmara mendapat banyak kritik.

Bahkan pesinetron itu pun tak menyangka apa yang dilakukan Yudha Arafandi pada orang yang sangat ia percayai. Dalam detikcom, melalui telepon kemarin, Tamara Tyasmara mengaku tak ada masalah dengan kekasihnya sebelum Dante meninggal.

Tamara Tamara bilang pacarnya itu dekat dengan Dante. Saat itu juga Date dan anak Arafandi sedang berenang bersama.

Dalam acara tersebut, Arafandi menceritakan Tamara Tyasmara sempat ke rumah sakit dan datang di hari pertama pemakaman Dante. Namun Tamara Tyasmara mengaku tidak bisa melihat atau berbicara dengan Dante setelah kematiannya.

“Arfandi masih di rumah sakit. Dante di rumah sakit, hari pertama Tahlilan masih di sana. Saya belum siap ketemu. Soalnya dia sedang bersama anak saya saat itu,” ujarnya. dikatakan Tamara Tamara.

Arfandi teringat kejadian yang menimpa Dante. Tamara Tyasmara tak bisa bertemu apalagi ngobrol.

“Apalagi bilang, Oh, saya tidak bisa melakukan ini. Dia coba minta maaf, dia coba bicara, tapi saya tolak. Ini Dante yang baru saja meninggal,” tegasnya.

“Bukannya memendam perasaan malah diolok-olok. Nggak usah ngobrol apalagi ketemu,” imbuhnya.

Arafandi pun mencoba menjelaskan kepada keluarga Tamara Tyasmara. Namun Tamara memilih untuk tidak mendengarkan penjelasan apapun hingga ia melihat bukti CCTV.

Dia mencoba menjelaskan kepadaku. Saya menolak.

“Saya sudah menyerahkannya ke polisi. Kalau saya menyembunyikannya, mengapa saya harus membawa masalah ini ke polisi?” Dia berkata dengan emosi.

Tamara Tyasmara mengatakan sang kekasih akhirnya mengirimkan pesan dan mengaku lalai menjaga Dante.

Arfandi mengaku itu salahnya, dia mengaku ke saya itu salahnya, katanya, terjadilah perbincangan, ‘Aku siap Tamara, kamu sudah mendapatkan apa yang kamu inginkan. Benar, aku pasrah, aku lalai mengambil Selesai. Jaga anakmu’. Saya tidak tahu Arafandi ngobrol dengan keluarganya atau tidak,” ujarnya.

Di halaman selanjutnya, Tamara Tysmara menjawab tuntutan penyidikan kriminal sebelum Dante meninggal

Tonton video ‘Top 5: Pacar Tamara Bikin Aku Terisak-isak Dia Tak Punya Masalah Mental’:

(mata kucing)