Arsip Tag: Sofia University

Uhamka Ajak Mahasiswa Sofia University Kuliah di Indonesia

Hendelforex, JAKARTA – Dosen Universitas Muhammadiyah Prof.Dr. Hamka (Uhamka) Emaridial Ulza berkesempatan mengikuti kuliah tamu di Universitas Sofia.

Acara ini penting karena menandai peran bahasa Indonesia yang baru-baru ini diakui sebagai salah satu dari 10 bahasa resmi sesi UNESCO bersama dengan bahasa-bahasa lain di dunia.

BACA: Uhamka Kampus Islam Terbaik Dunia Menurut 4ICU, Bagus!

Kuliah tamu yang diselenggarakan oleh Sofia University ini dilaksanakan di Center for Oriental Languages ​​and Cultures dan diikuti oleh mahasiswa dari Program Studi Asia Selatan, Timur dan Tenggara.

Emaridial Ulza yang menjabat sebagai sekretaris Uhamka dan ketua Pusat Pemuda Muhammadiyah menjelaskan kepada para siswa tentang budaya, politik dan pendidikan di Indonesia.

BACA JUGA: Ia Gandeng Malaysia Wujudkan Perdamaian Dunia

Ia menjelaskan betapa kayanya budaya Indonesia baik dari keragaman budaya, adat istiadat, dan tradisi yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Mahasiswa Sofia University menunjukkan ketertarikannya terhadap acara tersebut, mulai dari tarian tradisional hingga seni.

BACA: Uhamka serahkan penghargaan kepada relawan Indonesia di Palestina

Setelah itu, Emaridial Ulza menjelaskan dinamika politik Indonesia, termasuk sistem demokrasi dan pemilu.

Beliau juga menekankan peran Indonesia dalam politik regional dan global serta isu-isu penting yang sedang terjadi di dunia.

Salah satu momen terpenting dalam pidato tamu ini adalah saat beliau berbicara dalam bahasa Indonesia.

Emaridial Ulza mengatakan, bahasa Indonesia baru-baru ini diakui UNESCO sebagai salah satu dari 10 bahasa resmi dunia, suatu prestasi yang membanggakan.

“Hal ini menunjukkan bahwa bahasa Indonesia mempunyai peran penting sebagai penghubung ribuan bangsa dan penyatuan budaya antar bangsa serta siap melanglang buana hingga mendunia,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Emaridial Ulza mengajak mahasiswa Sofia University untuk belajar di Indonesia.

Dijelaskannya, Indonesia menawarkan pengalaman pendidikan yang berharga dengan beragam program studi yang relevan, serta kesempatan untuk merasakan langsung kehidupan dan budaya Indonesia.

Diungkapkannya, Muhammadiyah memiliki 171 perguruan tinggi yang tersebar di Indonesia dan 1 di Malaysia.

Tidak hanya universitas, kami memiliki sekolah, rumah sakit, dan panti asuhan.

“Anda bisa memilih di mana ingin belajar studi Asia dengan merasakan langsung budaya Indonesia, memberikan pengalaman unik dibandingkan negara lain,” kata Ulza.

Saat ini, Universitas Sofia memiliki kursus bahasa Indonesia pertama di Bulgaria, yang merupakan platform penting untuk memahami dan mempelajari bahasa yang baru-baru ini diakui oleh UNESCO.

Pidato tamu ini tidak hanya mempererat hubungan kedua universitas, namun juga memberikan dampak positif terhadap pertukaran budaya dan pendidikan yang mendalam antara kedua negara.

Semakin banyak pelajar Bulgaria yang tertarik belajar di Indonesia, maka semakin erat pula hubungan kedua negara. (esy/jpnn)

Uhamka Gandeng Universitas di Eropa, Meriset Kepemimpinan Perempuan

Hendelforex, Jakarta – Universitas Muhammadiyah Prof. dr. HAMKA (Uhamka) menggandeng universitas-universitas di Eropa untuk melakukan penelitian mengenai kepemimpinan perempuan.

Profesor Gunavan Suryaputro, Rektor Uhamka mengungkapkan, penelitian kolaboratif ini dilakukan bekerja sama dengan Sofia University, Bulgaria.

Baca Juga: Uhamka Berikan Penghargaan kepada Mantan Mahasiswa yang Menjadi Relawan Indonesia di Palestina

“Tema penelitian kolaboratif ini adalah untuk mengembangkan lingkungan pendidikan yang mendukung yang didorong oleh perempuan, pemimpin akademik dan pemimpin di bidang sains (sumur benih),” kata Prof Gunavan dalam konferensi pers di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Uhanka (FEB) pada Senin (20/11).

Rektor Gunavan mengatakan Sophia University dan Uhamka telah menjalin kerja sama selama 5 tahun.

Baca juga: Uhamka Gandeng Malaysia untuk Wujudkan Perdamaian Dunia

Proyek kolaboratif yang sedang berjalan mencakup mobilitas mahasiswa dan dosen yang berkunjung.

Kerja sama yang dilaksanakan berupa pengiriman mahasiswa Uhanka ke Sofia University selama 6 bulan.

Baca juga: Profesor Gunawan Ungkap Kiprah Uhamka di HUT ke-66

Selanjutnya Universitas Sofia mengirimkan profesor tamu ke Uhamka untuk mengajar.

“Keberhasilan kerjasama ini menjadi landasan bagi Uhamka dan Sofia University untuk meningkatkan kerjasama dalam proyek penelitian kolaboratif dan didukung oleh lembaga internasional khususnya Erasmus Mundus,” jelas sang profesor. Gunawan.

Ditambahkannya, Sofia University dan Uhamka sepakat untuk membuat pusat penelitian atau kajian transformasi pendidikan.

Oleh karena itu, sebuah organisasi bernama Pusat Studi Transformasi Antar Universitas diusulkan.

“Dan proyek pertama ini adalah lubang benih,” jelas Profesor Gunavan.

Dalam kesempatan yang sama, Profesor Harry Mulyono, Presiden Lembaga Publikasi, Klasifikasi, Kerja Sama dan Pengembangan Hubungan Internasional (LP3KUI), mengatakan Uhamka memiliki visi internasionalisasi yang dikembangkan Profesor Gunawan untuk mencapai level Uni Eropa.

Hal ini menjadi kesempatan bagi Uhamka untuk melakukan penelitian bersama Sofia University di Bulgaria dengan topik seed pit.

Ia menjelaskan, isu ini penting bagi Uni Eropa 2030 yang akan menjawab tantangan Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).

Tujuannya adalah untuk bertukar informasi dan pengalaman antara guru, peneliti, dan wirausaha sehingga pendidikan dapat merespons perubahan iklim dengan cepat.

“Tujuan utama dari proyek penelitian ini adalah merancang dan memoderasi model untuk membangun lingkungan pendidikan yang mendukung dan memberdayakan perempuan sebagai pemimpin dalam pendidikan dan sains pada umumnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, penelitian kolaboratif dengan Sofia University menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan lingkungan pendidikan yang mendukung anak-anak dan remaja untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Bulgaria dan Indonesia.

Identifikasi tantangan partisipasi pemimpin perempuan dalam konteks pendidikan dan sains di kedua negara.

“Kemudian akan ada pedoman untuk meningkatkan kualitas perempuan di bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan,” kata Profesor Herry.

Sebagai Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sekaligus ketua tim peneliti Sumur Benih, Puri Pramudiani mengatakan, peluang bekerja sama dengan Sofia University sangat baik bagi Uhamka.

Proyek ini tidak hanya mengenai transformasi di sektor perempuan, tetapi juga di sektor keuangan, digital, dan lainnya di masa depan.

“Ini merupakan tantangan dan peluang yang nantinya akan tercermin dalam cerita nasional dan internasional,” tandasnya.

Selain itu, kata dia, akan ada pedoman untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam pendidikan dan ilmu pengetahuan.

Dari sektor ini, lingkungan pendidikan yang mendukung generasi muda, baik berbakat maupun menyimpang, terus berkembang untuk melahirkan perempuan profesional yang sukses di bidang pendidikan dan sains, lanjut Puri. (esy/jpnn)

Baca artikel lainnya… Julhas berikan beasiswa PAN kepada 100 mahasiswa Uhanka