Arsip Tag: gula darah

8 Tanda Gula Darah Tinggi, Sering Kesemutan hingga Mudah Haus

Jakarta –

Kadar gula darah tinggi merupakan kondisi yang perlu diwaspadai. Sayangnya, beberapa gejala gula darah tinggi sering kali diabaikan dan disalahartikan.

Kadar gula darah tinggi juga dikenal sebagai hiperglikemia. Ada dua jenis hiperglikemia, antara lain hiperglikemia puasa yang biasanya terjadi pada penderita diabetes dan hiperglikemia postprandial atau setelah makan.

Kadar gula darah yang tinggi sendiri dapat menyebabkan kerusakan pada saraf, pembuluh darah, dan organ vital lainnya.

“Tidak semua orang akan mengalami gejala yang sama, dan beberapa orang mungkin tidak mengalami gejala sama sekali,” kata ahli diet Lori Zanini, RD, CDE, seperti dikutip dari Everyday Health.

Seseorang disebut hiperglikemia jika kadar gula darah puasanya lebih dari 125 mg/dL, atau lebih dari 180 mg/dL bila diperiksa 2 jam setelah makan.

Gejala gula darah tinggi biasanya berkembang perlahan selama berhari-hari hingga berminggu-minggu. Namun, terkadang gejala tidak muncul hingga kadar gula darah sangat tinggi. Oleh karena itu, penting untuk waspada, terutama jika Anda termasuk dalam kelompok risiko hiperglikemia, seperti penderita diabetes dan obesitas.

Berikut 8 tanda gula darah tinggi yang patut diwaspadai: 1. Mudah haus dan lebih sering buang air kecil

Kedua kondisi ini merupakan tanda gula darah tinggi yang sering diabaikan. Menurut Zanini, lebih sering buang air kecil dikenal dengan istilah poliuria, yang terjadi ketika glukosa menumpuk di dalam darah.

Kondisi ini menyebabkan ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan glukosa.

“Jika ginjal tidak dapat melindungi dan mengatur gula darah agar kembali normal, kelebihan gula akan dikeluarkan dari tubuh melalui urin, sehingga dapat mengalami dehidrasi dan pusing,” ujarnya. 2. Sering lapar namun berat badan turun

Banyak orang dengan gula darah tinggi yang tidak terkontrol merasa lebih lapar dari biasanya. Ini menunjukkan gejala yang disebut polifagia. Bahkan jika Anda makan lebih banyak, berat badan Anda tetap turun tanpa alasan. Hal ini bisa disebabkan oleh kadar gula darah yang terlalu tinggi.

“Karena tubuh tidak menerima energi dari sumber yang diinginkan yaitu glukosa, maka tubuh harus beralih ke otot dan lemak,” jelas Zanini.

“Saat tubuh mulai memecah otot dan lemak untuk menghasilkan energi, ia mengalami penurunan berat badan yang tidak disengaja dan tidak sehat. Selain perubahan berat badan dan nafsu makan, Anda bisa merasakan kelemahan pada otot dan lebih sering terjatuh,” tambah Emanuele.3. Kelelahan yang ekstrim

Kelelahan atau kelelahan yang ekstrem merupakan gejala gula darah yang tidak terkontrol. Ini terjadi ketika tubuh tidak memproses insulin dengan baik atau tidak memiliki cukup insulin.

Gula akan tetap berada di dalam darah dan tidak akan masuk ke dalam sel-sel tubuh untuk dijadikan energi. Selain itu, seringnya buang air kecil yang dialami saat gula darah tinggi menjadi faktor lain penyebab kelelahan ini.4. Penglihatan Kabur dan Sering Sakit

Penglihatan kabur atau kabur bisa menjadi tanda gula darah tinggi. Gula darah yang tinggi dapat menyebabkan pembengkakan pada lensa mata akibat kebocoran cairan.

Hal ini mengubah bentuk lensa sehingga tidak dapat fokus dengan baik dan menyebabkan penglihatan kabur. Emanuele mengatakan keadaan ini juga dapat menyebabkan kesulitan dalam bekerja, kesulitan mengemudi, dan sering sakit kepala.5. Luka Cenderung Membutuhkan Waktu Lebih Lama untuk Sembuh

Tanda lain dari gula darah tinggi adalah luka sayatan, goresan, memar, atau luka lainnya sembuh lebih lambat. Diabetes menyebabkan kerusakan saraf dan mempengaruhi sirkulasi, terutama di kaki dan tungkai bawah, sehingga dapat menunda penyembuhan karena aliran darah ke area tersebut tidak mencukupi.

Bahkan cedera ringan pun lebih rentan terhadap infeksi, yang bisa menjadi sangat serius dan bahkan menyebabkan amputasi kaki. Hal ini dapat menyebabkan drainase yang terlihat pada kaus kaki atau bau tidak sedap jika Anda menderita tukak kaki. 6. Kesemutan dan Mati Rasa pada Tangan dan Kaki

Seperti disebutkan, gula darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan saraf yang disebut juga neuropati diabetik. Hal ini bisa memicu sensasi kesemutan atau bahkan mati rasa pada tangan dan kaki.

Beberapa orang juga mengalami nyeri pada tangan dan kaki yang seringkali memburuk pada malam hari. Meskipun neuropati paling sering terjadi pada orang yang sudah lama menderita diabetes, neuropati juga dapat terjadi pada siapa saja yang diabetesnya tidak terkendali.7. Ganti Kulit

Orang dengan gula darah tinggi mungkin mengalami gejala pada kulit. Area kulit halus yang gelap dan tebal (acanthosis nigricans) dapat terbentuk di bagian belakang leher atau tangan, ketiak, wajah, atau area lainnya.

Zanini mengatakan itu bisa jadi merupakan tanda resistensi insulin. Lepuh, infeksi, kekeringan, gatal, perubahan warna, dan kelainan kulit bisa menjadi tanda peringatan gula darah tinggi.8. Gusi bengkak atau berdarah

Penyakit gusi merupakan salah satu komplikasi diabetes. Hal ini dapat membuat diabetes lebih sulit dikendalikan, karena respons tubuh terhadap infeksi adalah melepaskan lebih banyak glukosa ke dalam aliran darah.

Air liur mengandung glukosa. Semakin banyak yang dikandungnya, maka semakin banyak bakteri yang bercampur dengan makanan di mulut sehingga membentuk plak dan menyebabkan penyakit gusi.

Gejalanya mungkin berupa gusi merah atau meradang pada awalnya. Jika tidak diobati, penyakit ini dapat berkembang menjadi periodontitis, yang dapat menyebabkan gusi terlepas dari gigi, munculnya nanah atau bisul, atau bahkan gigi tanggal. Saksikan video “Waspadalah terhadap Diabetes pada Anak” (sao/suc)

Turunkan Gula Darah Tinggi dengan Menggunakan 5 Bahan Alami Ini

Hendelforex, JAKARTA – Diabetes merupakan penyakit yang bisa menyerang siapa saja.

Diabetes terjadi karena kadar gula darah tinggi yang tidak normal sehingga berbahaya bagi kesehatan.

BACA JUGA: 5 Teh Herbal Untuk Penderita Diabetes Untuk Mengontrol Gula Darah

Meskipun pengobatan alami dapat melengkapi pengelolaan diabetes, penting untuk berkonsultasi dengan ahli kesehatan dan tidak menggantinya dengan obat resep.

Di bawah ini adalah makanan alami yang baik dikonsumsi penderita diabetes seperti yang dibahas di Genpi.co.

BACA JUGA: Penumpukan Asam Lambung, Hilangkan Pakai 3 Bahan Alami Ini 1. Kayu Manis

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kayu manis dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu menurunkan kadar gula darah.

Dapat ditambahkan ke makanan atau dikonsumsi sebagai suplemen.

BACA JUGA: 5 Bahan Alami yang Ampuh Mengatasi Sakit Badan. fenugreek

Biji fenugreek dapat menurunkan kadar gula darah dengan meningkatkan produksi insulin.

Fenugreek dapat dikonsumsi sebagai biji utuh atau sebagai suplemen.3. PERTAMA

Labu pahit merupakan senyawa dengan sifat antidiabetes. Ini dikonsumsi sebagai sayuran atau jus. kunyit India

Kurkumin, bahan aktif dalam kunyit, memiliki efek anti inflamasi dan penurun gula darah.

Kunyit dapat digunakan dalam masakan atau dikonsumsi sebagai suplemen. Daun kemangi

Mengonsumsi daun kemangi dipercaya dapat menjaga kesehatan secara keseluruhan, salah satunya dipercaya alami untuk pengelolaan diabetes.

Kemangi dikenal dengan sifat anti-diabetes dan anti-inflamasi (genpi/jpnn)

BACA LEBIH LANJUT… 3 Kacang Aman Untuk Menjaga Gula Darah Anda Tetap Terkendali