Arsip Tag: anak tamara tyasmara meninggal

Tamara Tyasmara Akan Jalani Tes Kejiwaan Hari Ini Terkait Meninggalnya Dante

Jakarta –

Artis Tamara Tiasmara hari ini akan menjalani pemeriksaan kejiwaan forensik atas kematian putranya, Dante.

Hal tersebut dibenarkan langsung oleh Sandy Arfin selaku kuasa hukum Tamara Tiasmara.

“14.00 Tuhan selamatkan kami,” kata Sandi Arifin kepada DatCom, Kamis (15/2/2024).

Sebelumnya, mantan suami Tamara Tiasmara, Inger Dimas, menjalani pemeriksaan psikologi forensik pada Selasa (13/2/2/2024) di Biro SDM Polda Metro Jaya sekitar 2,5 jam.

“Cuma tes psikologi saja, kita sudah biasa, kalau misalnya ada kerugian, kita harus periksa psikologinya apakah kita gila atau tidak,” kata Anger Demas, Selasa (13/10) di Polda. Mereka bertemu di Metro Jaya. 2/2/2024).

Pertanyaannya mengalir begitu saja: “Apa kabarmu, apa kabarmu?” Apa yang kamu rasakan saat belum mati,” lanjutnya.

Pada saat yang sama, tujuan dari tes ini adalah untuk mengetahui apakah ada keengganan terhadap kematian anak tenggelam yang dilakukan oleh YA.

“Ini (pemeriksaan forensik) untuk memastikan tidak ada niat jahat. Tujuan pemeriksaan psikologi ini apakah orang tersebut ada niat jahatnya,” jelas Anger Dimas.

Adapun hasil pemeriksaan medis-psikologis ini, Anger Demas belum mengetahui hasilnya. Namun nanti polisi akan memberikan penjelasannya.

Nanti hasilnya akan disampaikan ke polisi, jadi kita belum tahu hasilnya apa, tutupnya.

Simak Videonya: Usai Tes Psikologi, Angier Demas Minta Ditemui Tersangka Pembunuhan Dante

(oh/ kucing)

Perkembangan Terbaru Kasus Meninggalnya Anak Tamara Tyasmara

Jakarta –

Polisi hari ini menginformasikan kasus meninggalnya Dante, putra Tamara Tasmara, masih dilanjutkan. Polisi mengumumkan hasil penyelidikan forensik Dante. Hasil forensik digital juga diumumkan dalam bentuk aslinya tanpa pengeditan.

Polisi pun segera mengambil tindakan dalam kasus ini. Pembahasannya menyangkut posisi tersangka kasus kematian Dante.

“Dari kegiatan penyidikan kemarin, kami menerima hasil penyidikan hari ini juga. Hasilnya sangat bermanfaat untuk melanjutkan penyidikan peristiwa tersebut,” kata Wakil Direktur 4 Jatanras Ditreskrim Polda Metro Jai AKBP Rovan Richard Mahenu saat ditemui di Polda Metro Jai. , Jakarta, Kamis (8/2/2024).

Kedepannya penyidik ​​akan mendalami perkara terkait status tersangka tersebut, lanjutnya.

Selain itu, terkait isi rekaman CCTV dan hasil otopsi, Rowan masih merahasiakannya karena khawatir pelakunya akan kabur.

Karena itu, Rovan tak banyak bicara soal itu. Dia meyakinkan, kasus tersebut akan segera dieksekusi.

“Semua temuan CCTV selama persidangan akan kami ungkapkan untuk mencegah pelaku melarikan diri,” kata Rovan.

Setelah melihat hasil otopsi, Rowan tidak berani menjelaskan lebih jauh. Sebab hal tersebut hanya bisa dijelaskan oleh para ahli yang hadir saat persidangan.

Tak hanya itu, polisi juga mendalami kasus Tamra Tyasmara yang diduga menelantarkan anak tersebut.

Masih kita selidiki, akan kita periksa lagi, kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Combes, Ade Ari.

Kematian Dante pertama kali dilaporkan Tamara Tasmara pada 28 Januari 2024. Tamara Tasmara memposting surat sedih atas nama Dante.

“Innalillahi wa inna ilahi rajikun, rahmatullah, Raden Andante Khalif Pramudityo telah meninggal dunia,” bunyi teks postingan Tamara Tasmara.

Saat itu, Tamara Tasmara belum membeberkan penyebab kematian Dante. Ia hanya mencantumkan informasi mengenai pemakaman dan rencana penguburan sang anak.

Sehari setelah Dante dimakamkan, Tamara Tasmara angkat bicara soal penyebab kematian anaknya. Tamara menuturkan Dante tewas dalam kejadian di kolam renang tersebut, namun belum bisa memastikan apakah putranya benar-benar tenggelam.

Kasus meninggalnya Dante ditangani Polsek Duren Sawit Jakarta. Penyidik ​​telah meninjau rekaman CCTV di area kolam renang yang diyakini menjadi lokasi jatuhnya Dante.

Hingga akhirnya, kasus kematian Dante ditangani penyidik ​​Polda Metro Jaya. Dua puluh saksi ditanyai tentang tanggal pembunuhan Dante.

Polda Metro Jaya pun melakukan autopsi terhadap jenazah Dante. Mereka mengambil beberapa sampel bagian tubuh Dante untuk mengetahui penyebab kematiannya.

Selain itu, Polda Metro Jai menyebut ada temuan pidana dari kasus terkait kematian Dante di kawasan kolam renang Pondok Kelapa Jakarta. Kematian Dante sudah dinyatakan dalam tahap penyelidikan dan kita tinggal menunggu hasil penyelidikan untuk menentukan langkah selanjutnya.

Tonton video “Tamara Tyasmara diserang dengan 15 pertanyaan tentang kasus kematian anaknya” (wes/dar)

Fakta di Balik Foto Senyum Tamara Tyasmara Saat 7 Harian Dante yang Jadi Hujatan

Jakarta –

Foto Tamara Tyasmarra bersama teman-temannya di tahlilan putranya Dante menyedot perhatian netizen. Dalam gambar yang diunggah di media sosial Netizen menilai mantan istri Agger Dimas itu tak punya kesedihan sama sekali.

Netizen pun menyoroti Tamara Tyasmara yang ditanya bagaimana caranya memakai riasan secara maksimal.

Kiki Farrell, sahabat Tamara Tyasmara yang juga ada dalam foto tersebut memberikan penjelasan. Apa yang sebenarnya terjadi sangat berbeda dengan gambarannya.

“Kalau dilihat dari gambarnya, mereka memakai riasan dan terlihat keren dan bahagia, tapi saat saya pergi sendiri, saya merasa saat datang, tidak seperti gambar sama sekali. Datang seperti orang yang kehilangan sesuatu, sedih, tertekan, lesu,” kata Kiki Farrell kepada awak media melalui Zoom, Minggu (11/2/2024).

Tak mau kalah simpati, para sahabat berusaha menghibur Tamara Tyasmara yang sedang berduka dengan mengajaknya memotret Dante saat Tahlila 7 hari.

“Kenapa foto ini akhirnya jadi ‘bahagia’? Ya, kami berusaha menghilangkan kesedihan itu untuk sementara waktu. Meskipun, tentu saja, saat kita sampai di rumah pasti sedih lagi Dan menurut saya itu normal,” kata Kiki Farrell.

“Jadi ini bukan soal kurangnya empati sama sekali. Tidak seperti itu. Kalau kita tidak punya empati, lalu kenapa kita ada di sini?” lanjutnya.

Kiki Farrel pun bertanya-tanya kenapa Tamara Tyasmara memakai riasan di foto-foto yang dipublikasikan. Salah satu temannya mengedit foto dengan aplikasi tersebut untuk pertama kalinya.

“Satu thread, entah siapa yang mempostingnya, ternyata sebelum diposting sudah diedit terlebih dahulu. Saat diposting tanpa diedit Saya tidak mengedit Tampaknya mereka telah dibandingkan. Beda banget, yang di edit kayak full makeup. Padahal biasa saja,” jelas Kiki Farrell.

“Alis orang, rambut, semuanya berbeda. Jadi apa yang kita lihat di depan tidak selalu seperti itu,” jelasnya.

Kiki Farrell menjelaskan, foto Tamara Tyasmara dan teman-temannya diambil pada hari ke 7 setelah kematian Dante.Setelah Dante meninggal, Tamara Tyasmara sangat lelah.

“Hari pertama dia terlihat kelelahan, hari ketujuh berbeda. Mungkin selama 7 hari dia perlahan menyesuaikan diri dengan keadaan semula. Padahal dia sedih,” kata Kiki Farrell.

“Netizen punya masalah dengan senyumannya karena [kami] harus membuatnya bahagia. Setelah mengambil gambar Ara langsung memasang ekspresi sedih,” tutupnya.

Tonton video “Update Kematian Dante: Pacar Tamara Tyasmara Ditangkap!”:

(Ars / Pilua)

Angger Dimas Titip Pesan Ini ke Pelaku yang Tenggelamkan Dante

Jakarta –

Yudha Arfandi telah ditangkap dan ditetapkan polisi sebagai YA sebagai tersangka kematian Dante. Angger Dimas, ayah Dante sekaligus mantan suami Tamara Tyasmara, memberikan pernyataan mendalam dan berharap siapa pun yang melakukan pelanggaran tersebut bisa dihukum.

Angger Dimas mengaku tak diajak bertemu Yudha Arfandi yang kini berada di Polda Metro Jaya. Oleh karena itu, ia ingin memberikan sesuatu kepada pria yang kedapatan menenggelamkan anaknya itu.

“Saya cuma mau share itu, misal dia nonton, yang ditabur itulah yang dapat. Iya tabur, tuai,” kata Angger Dimas kepada Polda Metro Jaya, Dé Selasa (13/2/2024).

Polisi menjerat Pasal 340 KUHP atas pembunuhan di depan Yudha Arfandi. Angger Dimas sangat setuju jika pacar mantan pacarnya harus ada dalam artikel ini.

“Oh, setuju. Seharusnya ini di bawah Bab 340, bukan Bab 359 atau 338. Ini yang harus kita hadapi,” kata Angger Dimas.

Angger Dimas berharap penyelidikan atas kematian putranya bisa terus berlanjut hingga selesai. Jangan biarkan situasi anak Anda menunggu.

Ia berharap kematian putranya tidak ditutup-tutupi oleh pihak pesta demokrasi.

“Ya, saya harap ini tidak berakhir dengan pemilu. Namun, saya akan melindungi nyawa anak saya,” ujarnya.

Soal tuduhan lainnya, Angger Dimas tak mau berpikir panjang. Seluruh gugatan ini diserahkan kepada polisi.

“Cuma protes, kita biasa saja. Kalau ragu biar polisi yang mengembangkannya, tidak perlu dulu,” jawab Angger Dimas. Tonton Video “Raffi Ahmad Sudah Lama Kenal Pacarnya Tamara Tyasmara, Sekarang Dia Tak Bicara” (ahs/pus)

Pelaku Kasus Kematian Putranya Ditangkap, Tamara Tyasmara: Semua Orang Bilang Aku Diam

Hendelforex, JAKARTA – Selebgram Instagram (selebgram) Tamara Tyasmara bersyukur polisi telah menetapkan tersangka kematian putranya Dante.

Ia pun menjelaskan mengapa ia tak banyak bicara soal kejadian tersebut.

BACA JUGA: Terungkap Rekaman CCTV, Kekasih Tamara Tyasmara mengubur kepala Dante sebanyak 12 kali

Sebab, mereka ingin fokus menangani kasus kematian anak yang sedang diselidiki polisi.

“Kami bungkam dari kemarin. Bukan berarti saya tidak berbuat apa-apa. Semua bilang saya diam,” kata Tamara Tyasmara, Jumat (9/2) di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

BACA JUGA: Ada Pihak Ketiga antara Teuku Ryan dan Ria Ricis?

Ia mengaku sempat melihat rekaman CCTV yang menunjukkan penyebab kematian putranya.

Dia sekali lagi menekankan bahwa dia tetap diam selama ini.

BACA JUGA: Kabar Anggota TNI, Tawaran Ayu Ting Ting dari Ayah Ojak: Doa Saja

“Tidak mungkin kita diam saja soal hasil scan anak, jadi bukan berarti saya menutup-nutupi masalah ini. Saya ingin proses ini berjalan lancar tanpa saya berkata apa-apa,” kata Tamara Tyasmara.

Belum lama ini, Tamara Tyasmara mengumumkan kabar duka putranya Dante meninggal dunia usai tenggelam di kolam renang.

Polisi kini telah menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

Kekasih Tamara Tyasmara (YA) telah ditetapkan sebagai tersangka kematian Dante. (mcr7/jpnn)

Tim Dokter Forensik Ungkap Kendala Proses Autopsi Jenazah Anak Tamara Tyasmara

Jakarta –

Tim dokter forensik yang ikut menyelidiki kematian Dante, putra artis Tamara Tyasmara, mengidentifikasi kendala dalam proses otopsi jenazah korban. Pihaknya menyebutkan, jenazah Dante yang dikubur selama 10 hari sudah mulai membusuk, dan tidak ditemukan tanda-tanda tenggelam pada jenazah Dante.

“Biasanya kita menilai jenazah masih segar, kita melihat jenazah basah, atau kita melihat tanda-tanda terendam seperti kerutan di tangan dan kaki, anggota tubuh dingin, yang biasanya baru terlihat setelah beberapa menit,” ujarnya. bisa jadi karena tenggelam,” kata ahli patologi forensik dr Farah kepada SpFM.

Sebab, kalau mencari air di lambung atau usus, atau misalnya paru-paru yang menggembung, sulit sekali menghitung kondisi korban yang sudah dikubur 10 hari itu, imbuhnya.

Namun, kata Dr Farah saat otopsi, paru-paru Dante “meleleh”. Kuat dugaan hal ini disebabkan oleh terlalu banyaknya air yang masuk ke saluran napas Dante saat ia tenggelam.

“Saat autopsi, karena jenazah sudah membusuk, beberapa bagian tubuh mulai melunak, terutama paru-paru yang mencair. Kami berasumsi karena terlalu banyak air yang masuk, sehingga tidak ditemukan lagi bekas paru-parunya, – dia lanjutan.

Otopsi juga dilakukan dengan tes eliminasi asam untuk mengetahui lebih lanjut penyebab kematian Dante. Langkah ini dilakukan untuk mencari “bekas tenggelam” melalui tanaman air yang terdapat di tubuh korban.

Hasilnya, tim dokter menemukan tumbuhan air di tubuh Dante berupa alga.

Kemudian didukung dengan hasil otopsi serta ditemukannya tumbuhan air di sumsum dan hatinya, kami menyimpulkan bahwa keadaan tersebut sesuai dengan meninggalnya korban karena tenggelam, ujarnya.

(avk/naf)

12 Kali Tenggelamkan Kepala Dante, YA Berdalih Begini

Hendelforex, Jakarta – Polda Metro Jaya terus memeriksa Y, tersangka kematian Dante, anak Unger Dimas dan Tamara Tiasmara.

Direktur Jenderal Reserse Kriminal (Dirkrimom) Polda Metro Jaya Kompi Paul Wira Satya Triputra membeberkan alasan YA mencelupkan Dante ke kolam renang.

Baca Juga: Apa Motif Remaja Tenggelamkan Anak Tamara Tiasmara? Polda Metro Jaya mengatakan:

Menurutnya, YA mengaku hanya ingin melatih teknik pernapasan pada anak berusia enam tahun.

“Tersangka mengaku melakukan latihan pernapasan dengan latihan pernapasan yang termasuk dalam program BAP. Namun akan kita bandingkan dengan keterangan saksi dan ahli,” kata Wira Satya Triputra di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (12/2). ). .

Baca Juga: Oh, Sepertinya Tamara Tiasmara dan Ya menyempatkan diri untuk jalan-jalan bareng di kolam renang.

Ia dituduh mengubur kepala korban sebanyak 12 kali dalam kurun waktu berbeda.

Diantaranya adalah 14 detik, 24 detik, 4 detik, 2 detik, 26 detik, 4 detik, 21 detik, 7 detik, 17 detik, 8 detik, 26 detik, dan terakhir 54 detik.

Baca Juga: Beberapa Detik Sebelum Tersangka YA Tenggelamkan Anak Tamara Tiasmara

Wera Satya Triputra mengatakan YA khawatir tindakan kejamnya akan diketahui orang lain.

Dia menambahkan: “Alasan perbedaan waktu adalah, menurut analisis video, ada jejak yang dilihat atau dilewati oleh petugas penyelamat ketika (korban) tenggelam dalam waktu singkat.”

Polda Metro mendakwa Jaya Yaya dengan sejumlah pasal dalam kasus kematian Dante.

Tersangka J dijerat Pasal 76C jo Pasal 80 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 RI Perubahan Pasal 340 dan/atau Pasal 338 UU No. Hukum pidana. Pasal 359 KUHP dan/atau KUHP.

Dante, putra Unger Dimas dan Tamara Tiasmara dikabarkan meninggal dunia setelah tenggelam di kolam renang kawasan Jakarta Timur pada 27 Januari 2024.

Polisi menyelidiki dan melakukan otopsi terhadap jenazah Dante beberapa hari lalu.

Selain itu, pihak berwenang juga memeriksa rekaman pengawasan kolam renang tempat Dante meninggal.

Rekaman CCTV menunjukkan Dante sengaja ditenggelamkan oleh tersangka Yoda Arvandi yang akrab disapa YA.

Sedangkan Yoda Arvandi merupakan kekasih mantan istri Anger Dimas, Tamara Tiasmara. (Dade/JPNN)

Kondisi Tamara Tyasmara Sebelum Pemeriksaan Kejiwaan Terkait Kematian Dante

Jakarta –

Artis Tamara Tyasmara akan menjalani pemeriksaan psikologi forensik di Biro Sumber Daya Manusia Polda Metro Jaya hari ini.

Pantauan detikcom, ia hadir di Polda Metro Jaya pada pukul 16.57 WIB bersama pengacaranya Sandy Arifin.

Tamara Tyasmara mengatakan, kondisi kesehatannya baik dan mempersiapkan diri untuk tenang saat menjalani pemeriksaan ini.

Alhamdulillah selamat, sudah diperiksa, sejak kemarin sudah melakukan persiapan agar bisa selamat, kata Tamara Tyasmara saat ditemui di Polda Metro Jaya, Kamis (15/2/2024).

Sandy Arifin mengatakan, “Klien kami akan diperiksa sebagai saksi oleh tim psikologi forensik, setelah pemeriksaan akan kami umumkan perkembangan selanjutnya.”

Sebelumnya, mantan suami Tamara Tyasmara, Angger Dimas, menjalani pemeriksaan psikologi forensik sekitar 2,5 jam di Biro Sumber Daya Manusia Polda Metro Jaya, Selasa (13/2/2/2024).

“Itu hanya psikotes saja, kita sudah biasa, kalau ada kerugian misalnya kita harus periksa psikologinya, apakah kita gila atau tidak,” kata Angger Dimas saat berbicara di Polda Metro Jaya, Selasa. (13/11). 2/2/2024).

“Pertanyaan mengalir begitu saja, ‘apa kabar, apa kabar?’ Bagaimana perasaanmu ketika tidak ada yang meninggal.”

Selain itu, tujuan pemeriksaan ini untuk mengetahui apakah ada kemarahan atas meninggalnya anak yang dicekik YA tersebut.

Anger Dimas menjelaskan, “Ini (ujian hukum) untuk memastikan tidak ada dendam. Ini tes mental untuk mengetahui apakah orang tersebut punya dendam atau tidak.”

Terkait hasil penelitian psikologi forensik ini, Angger Dimas belum mengetahui hasilnya. Namun, polisi akan menjelaskannya nanti.

Nanti hasilnya akan dilaporkan ke polisi, jadi saya belum tahu hasilnya seperti apa, ujarnya. (bernapas)

Dikira Pacar Tamara Tyasmara, Marco Leonardho Jadi Target Amukan Warganet

Hendelforex, Jakarta – Selebriti Marco Leonardo terlibat dalam kematian putra Tamara Thiasmara, Dante.

Marco jadi sasaran kemarahan netizen setelah disangka Tamara Tyasmara yang sedang menjaga kekasih Dante saat berenang.

Baca juga: Tamara Tyasmara Jelaskan Bekas Gigitan dan Memar yang Dialami Dante

Marco kemudian menegaskan bahwa dirinya bukanlah kekasih Tamara Tyasmara.

“Bisa dibilang aku dan Tamara adalah teman baik atau sahabat karena kami sering syuting bersama,” kata Marco di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (2/9).

Baca Juga: Kabar Anggota TNI, Ayah Ojak Lamar Ayu Ting Ting: Semoga saja

Sahabat Tamara Tyasmara menegaskan, dirinya tidak sedang bersama Dante saat kejadian nahas itu terjadi.

Ia bahkan menyatakan belum pernah melihat anak berusia 6 tahun meninggal.

BACA JUGA: Rekaman CCTV kematian Dante akan dirilis seiring kasus berlanjut

“Aku bahkan tidak tahu kenapa aku yang melakukannya,” kata Marco.

Marco mengaku kaget saat pertama kali media sosialnya tiba-tiba diserang netizen.

Menurutnya, netizen banyak melontarkan komentar tidak senonoh tentang dirinya melalui komentar dan pesan pribadi di media sosial.

“Banyak komentar yang tidak senonoh, seperti hujatan terhadap saya, seperti menenggelamkan, membunuh, menghapus jejak,” ujarnya.

Awalnya Marco tidak menghiraukan hinaan itu. Namun, pelecehan yang dilakukan netizen menjadi semakin sembrono, yang membuatnya takut.

Ia mengaku kondisi kejiwaannya memburuk akibat hinaan palsu.

Dia menambahkan: “Saya merasa terganggu secara psikologis karena saya terbangun dengan komentar-komentar buruk, bukan? Itu merusak mood saya dan membuat saya merasa tertekan.” (mcr31/jpnn)

Anak Tewas Ditenggelamkan, Kecurigaan Angger Dimas Terbukti

Jakarta –

Polisi telah merilis kronologi kematian anak Tamara Tjasmara dan Anger Dimas, Dante, yang meninggal karena tenggelam.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Dante ditenggelamkan sebanyak 12 kali oleh YA dengan durasi 54 detik.

Mendengar hal tersebut, Anger Dimas mengatakan kecurigaannya selama ini terbukti.

“Seperti yang teman-teman lihat, 12 kali, yang terakhir paling menyakitkan ya, 54 detik ya, sungguh,… aku kesal. Maksudku, rasanya itu benar, bukan? Tidak benar apa yang saya alami. Saya curiga selama ini, kata Marah Dimas dengan suara gemetar saat ditemui di Polda Metro Jaya, Selasa (13/2/2024).

Kecurigaannya terhadap kejanggalan kematian Dante terkonfirmasi, ia bersaksi bahwa kronologi yang disampaikan polisi saat pembebasannya kemarin benar.

“Mereka menyebut saya pahlawan tidur, begitulah mereka menyebut saya, itulah kecurigaan seorang ayah terhadap anaknya. Mengapa dia begitu dicurigai adalah adanya otopsi dan saya dapat memastikan bahwa timeline dari polisi ada di sana. bagus,” kata Marah Dimas.

Dimas yang marah pun menganggap ancaman hukuman YA itu wajar. Tak lupa, ia juga mengucapkan terima kasih kepada polisi dan media karena kasus kematian putranya terungkap.

Benar (soal ancaman hukuman bagi YA). Apapun ya, kepada netizen yang membantu, kepada teman-teman media, kepada polisi, terima kasih, ”pungkasnya.

Simak video “Dimas Marah Bantah Anaknya Tak Bisa Berenang” (ahs/wes)

Tamara Tyasmara Tertunduk Datangi Polda Metro Jaya Usai Pacar Ditangkap

Jakarta –

Tamara Tyasmara datang ke Polda Metro Jaya setelah kekasihnya, YA, ditangkap dan diduga bertanggung jawab atas kematian putranya Dante.

Pesinetron itu terlihat mengenakan blazer berwarna putih didampingi pengacaranya, Sandy Arifin. Tamara Tyasmara memandangnya dan langsung masuk ke kamar.

Nama kekasih Tamara Tyasmara, YA, yang diduga menjadi penyebab kematian Dante saat berenang, terungkap. YA juga terekam CCTV di lokasi kejadian.

Detikcom menemukan rekaman CCTV anak Tamara Tyasmara dan Angger Dima berenang bersama YA.

Dari rekaman CCTV terlihat kolam renang sepi. Bocah 6 tahun itu terlihat di danau.

Dante terlihat di taman dengan pembatas kolam. Sementara itu, seorang anak laki-laki lain berada di samping Dante.

YA terlihat setelah Dante. Tertulis YA sempat melihat sebelum mendekati Dante.

Saat berada di belakang Dante, YA menenggelamkan tubuh Dante ke dalam air hingga tidak terlihat di permukaan.

Peristiwa ini terjadi selama beberapa waktu hingga tubuh Dante sama sekali tidak terlihat di permukaan air.

Setelah itu, YA mengangkat tubuh Dante yang lemas ke tepi telaga. Sepertinya dia membantu Dante.

Awalnya Tamara Tyasmara tidak pernah menyebut format YA. Ia selalu mengatakan bahwa alasan meninggalkan Dante adalah karena ia lebih percaya pada sosok itu dibandingkan percaya pada perawat yang merawat Dante.

Ibu Tamara Tyasmara, Tia, juga tak menyangka kekasih putranya menjadi penyebab meninggalnya cucunya.

Apakah dia ragu karena Tamara mengira Dante berenang bersamanya, kata Tia saat ditemui di Tebet, Jakarta Selatan, tadi malam.

Tia menuturkan, kekasih Tamara Tyasmara ini bukan kali pertama menemani cucunya berenang. Nenek pun melihat Dante menikmati kebersamaan dengan kekasih ibunya.

“Dia sudah berkali-kali berenang dan anaknya senang,” kata ibu Tamara Tyasmara.

“(Dante) dekat (dengan pacar Tamara Tyasmara),” lanjutnya pelan.

Namun karena kasus ini sah, pihak keluarga menyerahkan semuanya ke polisi. Ibunda Tamara Tyasmara berharap penyebab meninggalnya Dante saat berenang bisa terungkap.

“Kami tidak curiga apa pun, kami percaya padanya (awalnya),” kata sang nenek. Simak Video “Update Kasus Anak Tamara Tyasmara: Masuk Investigasi – Cinta Jadi Bukti” (pus/aay)

Kronologi Lengkap Pacar Tamara Tyasmara Tenggelamkan Tubuh Dante ke Kolam

Jakarta –

Hari ini polisi mengumumkan kasus pembunuhan anak Tamara Tyasmara, Dante, yang dilakukan di masa lalu. Dalam kesempatan tersebut, Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Wira Satya kepada wartawan, Senin (2/12/2024).

“Pada hari Sabtu tanggal 27 Januari 2024 sekitar pukul 11.30 WIB saksi Tamara Tyasmara dan anak korban RA meninggalkan rumah tempat tinggalnya dan menuju ke rumah tersangka YA yang beralamat di Jakarta Timur, bersama niat membawa anak korban RA (almarhum) menemui anak MAA pada hari Sabtu tanggal 27 Januari 2024 sekitar pukul 15.00 (15.00) WIB tersangka (YA) keluar rumah di kawasan Duren Sawit bersama anak korban RA (almarhum) dan anak Ma ke Kolam Renang Palem Jl. Raya Pondok Kelapa RT 011 RW 011 Kel. Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Kota Jakarta Timur,” kata Kompol Wira Satya di Polda Metro Jaya.

DIA lebih dulu mengajak Dante melakukan pemanasan. Namun saat Dante masuk ke dalam kolam yang kedalamannya 1,3 meter, YA masih berada di puncak kolam.

“Sebelum berenang, tersangka mengajak korban (RA) dan anak tersangka untuk melakukan pemanasan, setelah pemanasan, anak korban (RA) dan anak tersangka (MAA) masuk ke kolam dewasa dengan kedalaman 1,3. m (posisi depan gazebo tempat tersangka dan korban bersenjatakan senjata) Saat tersangka masih berada di atas kolam, tersangka berbisik lalu memerintahkan anak korban (RA) dan anak tersangka (MPU) untuk ditenggelamkan. Anak tersangka memegangi kepalanya di dalam air, namun masih berpegangan pada tepian kolam dengan kedua tangannya) Pada kolam dewasa, operasi ini memakan waktu sekitar 15 hingga 20 menit. Setelah itu tersangka bersama korban (RA) dan anak (MDA) menuju ke kolam anak, korban (RA) dan anak (MDA) berada di dalam kolam sekitar 30 menit,” jelasnya lagi.

YA juga diduga melakukan dunk Dante dua kali dalam waktu antara tujuh dan delapan detik. YA kemudian mengajak Dante dan anak-anaknya pindah ke kolam dewasa sedalam 1,5 meter.

Di tempat itu, tersangka kembali membenamkan jenazah korban (RA) ke dalam kolam dengan kedalaman 1,5 m, dan waktu perendaman jenazah korban adalah 14 detik, 24 detik, 4 detik, 2 detik, 26 detik. , detik – 4, 21 detik, 7 detik, 17 detik “8 detik, 26 detik, 54 detik dan tersangka memegang pinggang anak korban (RA) dengan menggunakan kedua tangannya,” jelasnya lagi.

Saat itu Dante mencoba menarik diri namun YA segera menarik Dante kembali untuk melanjutkan berenang dan YA melakukannya sebanyak empat kali.

“Setiap kali korban ingin sampai ke pinggir kolam, tersangka menarik tubuh/kaki korban untuk terus berenang dan tersangka melakukan hal tersebut kurang lebih sebanyak empat kali. dari kolam renang dia pegang pinggir kolam lalu terbatuk-batuk,” jelasnya lagi.

Sekitar pukul 16.50.11 dalam rekaman video, korban sudah terpincang-pincang, lalu tersangka mengangkatnya dan memasukkannya ke dalam kolam, kemudian anak korban (RA) batuk-batuk, setelah itu korban pingsan dan meninggal dunia, kata pelaku. komisaris polisi. Wira Satya. .

YA yang ditampilkan dalam edisi hari ini benar-benar tidak masuk akal. Dia hanya melihat ke bawah ketika dia ditunjukkan.

Simak Video “Tamara Tyasmara Dihujani 15 Pertanyaan Soal Kematian Anaknya” (wes/pus)

3 Fakta Keji Pacar Tamara Tyasmara: Tenggelamkan Dante 12 Kali-Luka Lebam

Jakarta –

Sebuah kejadian yang bermula dari kecerobohan mengubah hidup seseorang menjadi pembunuhan. Putra Tamara Tiasmara, Dant, meninggal silih berganti.

Kekasih Tamara Tiasmara, Yoda Arfand, diumumkan sebagai tersangka utama pembunuhan Dante.

Berikut fakta aksi brutal Yoda Arfand dalam kasus pembunuhan Dante yang dirangkum redaksi detikHOT: 1. Mencelupkan ke dalam kolam sebanyak 12 kali.

Dari hasil kajian rekaman CCTV, terungkap Yudas Arfandi telah mencelupkan tubuh Dante sebanyak 12 kali.

Pada kesempatan yang baik ini, izinkan kami perkenankan tim penyidik ​​Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menyampaikan kabar terkini terkait penyidikan meninggalnya korban bernama Radin Andant Khalif Pramoditi yang terjadi pada Sabtu, 27 Januari. 2024 di Kolam Renang Tertama Pelam Water Park, Anda, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Wira Satya, Senin (12/2/2024) kepada wartawan.

Kemudian Yehuda Arfandi terjatuh begitu saja ke tubuh Dante sebanyak 12 kali dalam waktu berbeda. Akibatnya Dante tak bisa bernapas.

Kemudian korban dibenamkan sebanyak 12 kali dengan waktu yang berbeda-beda, antara lain 14 detik, lalu 24 detik, lalu 4 detik, lalu 2 detik, lalu 26 detik, lalu 4 detik, 21 detik, 7 detik, 17 detik, 8 detik, dan seterusnya. .. 26 detik,” jelasnya.

Sedangkan yang terakhir 54 detik. Nanti untuk penjelasan durasi perendaman di kolam akan jelas dari tim analisis teknologi informasi Puslabfor, tegas Kompol Virastia. Luka ditemukan

Saat jenazah bayi Tamara Tiasmara digali dan dilakukan otopsi, santer diberitakan terdapat luka memar dan bekas gigitan. Terkait hal tersebut, dokter Pusat Kehakiman dan Peradilan RS Polri Farah yang melakukan otopsi terhadap jenazah Dante.

Dr Farah berharap penjelasan ini dapat menjernihkan kebingungan yang terjadi di luar negeri.

Lesi muncul 20-30 menit setelah kematian adalah hal yang wajar. Kami tidak menemukan adanya lesi, jelas dr Farah di Polda Metro Jaya, Senin (12/2/2024).

Sebelumnya, Dr. Farahi sempat menyatakan bahwa tidak ada bukti pelecehan. Begitu pula tidak terlihat adanya aliran darah pada tulang korban. Yudas membawa Dante kembali dari tepi jurang

Dikatakan bahwa Yudas Iskariot membangkitkan Dante sebanyak 12 kali. Upaya Dante menyelamatkan diri digagalkan oleh Yudas Irfandi. Dekremsis Polda Metro Jay Kombis Pol Vira Satya Triputra mengungkapkan Yoda Arfand melakukan gerakan mencurigakan agar Dante tidak sampai ke tepi kolam.

“Tersangka melakukan perbuatan tersebut sekitar empat kali,” kata Kompol Veera Sathya Triputra di kantornya, Senin (12/2/2024).

Dante terbatuk lagi. Kemudian Yehuda Arfandi mengangkat Dante ke tepi kolam dan membantunya.

Pada titik ini, Dante sudah tidak bernapas lagi dan makanan serta busa keluar dari mulutnya.

Dari kekebalan yang diperoleh Polda Metro Jaya, YA dikenakan Pasal 76c terkait Pasal 35 UU 80 RI Tahun 2014, Perubahan UU 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 340 KUHP. . KUH Perdata dan/atau Pasal 338 KUH Perdata dan/atau Pasal 359 KUH Perdata. Ancamannya adalah hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Tonton juga video ‘Polisi mengungkap hasil CCTV dan cara Yudas menipu Dante’:

(Apa)

Netizen Setop! Marco Leonardho Bukan Pacar Tamara Tyasmara

Jakarta –

Polisi menangkap YA, pacar Tamara Tyasmara, yang ditetapkan sebagai tersangka kematian Dante. Dibalik sosok pria yang bersamanya saat itu masih ada sosok misterius Marco Leonardho.

Aktor Marco Leonardho menjadi sasaran kemarahan netizen karena selama ini diduga menjadi pacar Tamara Tyasmara. Ia sangat terkejut media sosialnya digerebek oleh netizen dan menyebutnya sebagai pembunuh.

“Kemarin netizen mengkritik saya, saya kira saya pacar Tamara Tyasmara, kaget banget, kenapa saya dituduh karena ini salah sasaran,” kata Marco Leonardho saat ditemui di Studio Trans TV, Tendean, Jakarta Selatan, pada Jumat (9/2/2024).

“Saya tidak tahu siapa saja yang dituduh sebagai pembunuh, penenggelaman, mengalihkan isu penghapusan jejak, ada juga yang komentarnya sangat pedas, artinya Anda akan dihukum di dunia setelah mati, Anda adalah seorang pembunuh,” dia melanjutkan.

Bahkan, Marco Leonardho sempat mengalami serangan panik akibat hinaan warganet di media sosialnya.

“Oh sumpah, suatu hari aku memikirkan hal-hal yang tidak ada gunanya dan sembarangan, tapi dua hari setelah aku bangun, netizen semakin panas dan menggoreng, dan netizen dibombardir dengan puluhan bahkan ratusan komentar. jadi saya terpengaruh secara mental ketika saya bangun. Itu sebabnya saya sangat khawatir dan terlalu khawatir sampai mengalami serangan panik, bagaimana kalau gua?” kata Marco Leonardho.

Marco Leonardho mengaku dekat dengan Tamara Tyasmara hanya sebagai sahabat.

“Saya sering mengerjakan proyek bersama Tamara saat menunggu perintah untuk membawa kami bersama, saat itulah kami membuat konten bersama di media sosial kami masing-masing, kami memposting persatuan kami,” jelas Marco Leonardho.

“Mungkin dari situlah netizen mengira saya pacar Tamara, dari sanalah,” imbuhnya.

Kini, polisi telah menangkap YA dan Marco Leonardho bisa bernapas lega karena tak lagi menjadi sasaran kemarahan netizen.

“Tapi sekarang saya bangga karena saya tahu Polda Metro Jaya menyalakan CCTV dan seharusnya netizen melihat bahwa itu bukan saya. Jadi sekarang saya bangga,” tutupnya. Tonton video “Update Kasus Putra Tamara Tyasmara: Menuju Penyidikan – Pacar Jadi Saksi” (ahs/pus)

Tamara Tyasmara Jelaskan Bekas Gigitan dan Luka Lebam di Tubuh Anak

Jakarta –

Polisi melepas jenazah dan autopsi anak Tamara Tjasmara dan Anger Dimas di TSU Jeruk Purut. Ditemukan luka gigitan dan lebam di tubuh anak tersebut.

Adanya bekas gigitan dan lebam menjadi pertanyaan. Tamara Tjasmara digigit di IGD karena tak percaya anak satu-satunya telah meninggal.

Tamara Tjasmara menjelaskan, luka gigitan tersebut disebabkan oleh perbuatannya saat mencoba membangunkan anak yang tidak sadarkan diri di IGD.

“Saya menggigit segalanya. Saat Dante berada di ruang gawat darurat, aku menggigit semuanya, di sekujur tubuhku, untuk mencari jawabannya. Itu tujuan saya, saya capai segalanya, terutama untuk membangunkan Dante,” kata Tamara Tjasmara. saat ditemui di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Selasa (6/2/2024).

Tamara Tyasmara tak mau bicara terlalu banyak soal pelanggaran hukum yang menyebabkan kematian anak tersebut. Ia mengaku tak ingin meremehkan hasil otopsi polisi.

“Mungkin nanti, seperti yang saya sampaikan, saya tidak berani berkomentar terlalu banyak karena masih dalam penyelidikan. Nanti saya serahkan ke polisi untuk menjelaskannya karena mereka punya kewenangan untuk melimpahkan,” kata Sandy Arifin. Pengacara Tamara Tyasmara.

Tamara Tjasmara kini menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab kematian anaknya yang diduga tenggelam. Tamara Tjasmara berharap hal itu segera terungkap.

“Mari kita berharap hukumannya sesuai dengan yang terjadi, bahkan secara adil, kebenaran akan terungkap,” kata Tamara Tyasmara.

(kapak/pi)

Tamara Tyasmara Buka Pengakuan Pacar Usai Dante Meninggal dan Tuduhan ‘Cek TKP’

Jakarta –

Sepeninggal Dante, Tamara Tyasmara banyak mendengar tuduhan tak masuk akal terhadap dirinya dan kekasihnya, Yudha Arfandi alias YA pun ditetapkan sebagai tersangka. Tamara Tyasmara mendapat banyak kritik.

Bahkan pesinetron itu pun tak menyangka apa yang dilakukan Yudha Arafandi pada orang yang sangat ia percayai. Dalam detikcom, melalui telepon kemarin, Tamara Tyasmara mengaku tak ada masalah dengan kekasihnya sebelum Dante meninggal.

Tamara Tamara bilang pacarnya itu dekat dengan Dante. Saat itu juga Date dan anak Arafandi sedang berenang bersama.

Dalam acara tersebut, Arafandi menceritakan Tamara Tyasmara sempat ke rumah sakit dan datang di hari pertama pemakaman Dante. Namun Tamara Tyasmara mengaku tidak bisa melihat atau berbicara dengan Dante setelah kematiannya.

“Arfandi masih di rumah sakit. Dante di rumah sakit, hari pertama Tahlilan masih di sana. Saya belum siap ketemu. Soalnya dia sedang bersama anak saya saat itu,” ujarnya. dikatakan Tamara Tamara.

Arfandi teringat kejadian yang menimpa Dante. Tamara Tyasmara tak bisa bertemu apalagi ngobrol.

“Apalagi bilang, Oh, saya tidak bisa melakukan ini. Dia coba minta maaf, dia coba bicara, tapi saya tolak. Ini Dante yang baru saja meninggal,” tegasnya.

“Bukannya memendam perasaan malah diolok-olok. Nggak usah ngobrol apalagi ketemu,” imbuhnya.

Arafandi pun mencoba menjelaskan kepada keluarga Tamara Tyasmara. Namun Tamara memilih untuk tidak mendengarkan penjelasan apapun hingga ia melihat bukti CCTV.

Dia mencoba menjelaskan kepadaku. Saya menolak.

“Saya sudah menyerahkannya ke polisi. Kalau saya menyembunyikannya, mengapa saya harus membawa masalah ini ke polisi?” Dia berkata dengan emosi.

Tamara Tyasmara mengatakan sang kekasih akhirnya mengirimkan pesan dan mengaku lalai menjaga Dante.

Arfandi mengaku itu salahnya, dia mengaku ke saya itu salahnya, katanya, terjadilah perbincangan, ‘Aku siap Tamara, kamu sudah mendapatkan apa yang kamu inginkan. Benar, aku pasrah, aku lalai mengambil Selesai. Jaga anakmu’. Saya tidak tahu Arafandi ngobrol dengan keluarganya atau tidak,” ujarnya.

Di halaman selanjutnya, Tamara Tysmara menjawab tuntutan penyidikan kriminal sebelum Dante meninggal

Tonton video ‘Top 5: Pacar Tamara Bikin Aku Terisak-isak Dia Tak Punya Masalah Mental’:

(mata kucing)