Mengkhawatirkan! Angka Kematian Ibu di RI Tinggi, Kemenkes Ungkap Pemicu Terbanyak

Wecome Hendelforex di Situs Kami!

Jakarta – Mengkhawatirkan! Angka Kematian Ibu di RI Tinggi, Kemenkes Ungkap Pemicu Terbanyak

Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi sorotan dalam debat capres kelima, Minggu (4/2/2024). Kematian ibu didefinisikan sebagai kematian seorang wanita selama kehamilan atau dalam waktu 42 hari setelah terminasi kehamilan, tanpa memandang lama kehamilan atau tempat kelahirannya. Organ Vital Sudah Matang di Usia Kehamilan 30-32 Minggu, Sudah Aman Untuk Lahir?

Angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi. Berdasarkan catatan sensus tahun 2020, angka kematian ibu sebesar 189 per 100.000 kelahiran hidup.

Indonesia memiliki angka kematian ibu tertinggi kedua di antara negara-negara ASEAN, jauh lebih tinggi dibandingkan Malaysia, Brunei, Thailand, dan Vietnam.

Berdasarkan data Pemberitahuan Kematian Perinatal Ibu (MPDN) yang merupakan sistem pencatatan kematian ibu Kementerian Kesehatan, jumlah kematian ibu akan meningkat menjadi 4 ribu 5 pada tahun 2022. Angka ini akan meningkat menjadi 4.129 kematian ibu pada tahun 2023.

“Hipertensi gestasional, yang kami sebut preeklamsia dan pendarahan, adalah penyebab paling umum kematian ibu dan sebenarnya merupakan kondisi yang dapat dicegah,” kata Dr. Daisy yang terhormat, M.K.M. Dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan pada Selasa (6/2/2024).

Pendarahan saat melahirkan merupakan salah satu penyebab kematian paling umum pada ibu hamil. Pendarahan ini terjadi akibat komplikasi saat melahirkan. Hal ini bisa terjadi 1 hari hingga 1 minggu setelah kelahiran.

Sedangkan preeklampsia adalah tekanan darah tinggi yang dapat menyebabkan kerusakan organ pada ibu hamil. Kondisi ini sangat berbahaya dan harus segera ditangani. Jika terlambat maka nyawa ibu dan janin tidak dapat terselamatkan. Mengkhawatirkan! Angka Kematian Ibu di RI Tinggi, Kemenkes Ungkap Pemicu Terbanyak

Banyaknya gangguan kesehatan yang dialami ibu hamil meningkatkan risiko kematian saat melahirkan. Sebanyak 48,9 persen ibu hamil mengalami anemia, 12,7 persen menderita hipertensi, 17,3 persen mengalami kekurangan energi kronik (KTK), dan 28 persen rentan mengalami komplikasi. Saksikan video “Virus Marburg menyebar di Afrika, angka kematiannya relatif tinggi” (kna/naf).