Guru Besar Hukum UI: Jangan Rusak Indonesia Hanya untuk Nepotisme Keluarga

Selamat datang Hendelforex di Portal Ini!

DEPOK adalah Guru Besar Antropologi Hukum Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) Prof. Sulistowati Irianto berbicara tentang hukum dan demokrasi di Indonesia menjelang pemilu 2024. Ia menegaskan, Indonesia tidak boleh hancur karena nepotisme keluarga dan politik sesaat. Guru Besar Hukum UI: Jangan Rusak Indonesia Hanya untuk Nepotisme Keluarga

Hal itu diungkapkannya saat berbincang dengan guru besar dan alumni Universitas Indonesia (UI) di Halaman Rektorat UI, Depok, Jawa Barat, Jumat (2/2/2024) untuk mengungkapkan keprihatinannya terhadap keadaan demokrasi.

Baca juga: Ini 4 Petisi Guru dan Alumni UI, Salah Satunya Pemilu Tanpa Ancaman Viral Aksi Wali Murid Ukur Jalan Usai Tak Lolos PPDB Zonasi, Ini Penjelasan SMAN 5 Kota Tangerang

“Jadi jangan hancurkan Indonesia, Indonesia pernah besar dan jangan hancurkan hanya untuk kepentingan politik sesaat. Hanya untuk mengedepankan kepentingan nepotisme keluarga,” tegas Profesor. Sulis.

Prof. Sulis juga mengklaim, civitas akademika UI tidak akan tinggal diam dan akan terus memantau apa yang terjadi di Tanah Air saat ini dari sisi hukum dan ketertiban serta demokrasi.

“Kami tidak akan tinggal diam, kami civitas akademika UI akan terus memantau apa yang terjadi di sana,” ujarnya.

Selain itu, Prof. Sulis juga menyampaikan bahwa UI pernah menjadi rektor dan founding father bangsa pada tahun 1951-1954. Soepomo. Ia juga menyampaikan pesan untuk membawa UI kembali ke masa Sriwijaya yang menjadi pusat pembelajaran dunia.

Baca juga: Guru Besar dan Alumni UI Angkat Bicara Soal Kemunduran Hukum dan Demokrasi di Indonesia

“Pada tahun 1951 hingga 1954, UI telah memiliki Pak Soepomo sebagai Rektor yang juga merupakan pendiri bangsa kita. Pak Soepomo memberikan amanah kepada civitas akademika UI untuk mengembalikan era Sriwijaya yang saat itu menjadi pusat ilmu pengetahuan dunia,” ujarnya. .

4 Poin Himbauan Guru dan Alumni UI

1. Mengutuk segala jenis operasi yang menghalangi kebebasan berekspresi Guru Besar Hukum UI: Jangan Rusak Indonesia Hanya untuk Nepotisme Keluarga

2. Menuntut masyarakat menggunakan hak pilihnya dalam pemilu tanpa rasa takut

3. Menuntut seluruh ASN, pejabat pemerintah, TNI dan Polri dibebaskan dari keterpaksaan untuk mengalahkan salah satu pasangan calon.

4. Mendesak seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk memantau dan mengawasi secara ketat penyelenggaraan pemungutan dan penghitungan suara di daerahnya.