BI: Perkuat Sektor Pertanian untuk Akselerasi Perekonomian Bali

Selamat datang Hendelforex di Situs Kami!

Hendelforex, DENPASAR — Kepala Bank Indonesia perwakilan Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja mengatakan, perlu upaya penguatan sektor pertanian sebagai sektor potensial di luar pariwisata untuk mengakselerasi perekonomian Pulau Dewata. BI: Perkuat Sektor Pertanian untuk Akselerasi Perekonomian Bali

“Kami memandang penting untuk terus memperkuat sektor pertanian, termasuk sektor perkebunan dan perikanan,” kata Erwin di Denpasar, Jumat (09/02/2024). Sandiaga Ungkap Rencana di Masa Tenang Pemilu 2024, Gandeng Bank Sampah dan UMKM Bersihkan dan Daur Ulang APK

Pada triwulan IV tahun 2023, perekonomian Bali menguat dan tumbuh sebesar 5,86 persen (y-o-y) atau 5,71 persen (y-o-y) sepanjang tahun 2023, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 5,36 persen (year-on-year). Pertumbuhan ekonomi Bali lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional sebesar 5,04 persen (year-on-year) dan Bali menempati peringkat keenam dari 34 provinsi di Indonesia.

“Sepanjang tahun 2024, kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi Bali berada pada kisaran 5 hingga 5,8 persen. Kita perlu bertindak cepat dan bekerja sama untuk mengakselerasi dan memperkuat perekonomian Bali,” ujarnya.

Selain sektor pertanian, lanjut Erwin, sektor lain juga perlu diperkuat: infrastruktur yang berkualitas dan pariwisata. “Pengembangan pariwisata yang berkualitas penting karena mencakup beberapa sektor, tepatnya sektor akomodasi, transportasi, dan konstruksi,” ujarnya.

Sebelumnya, GA Diah Utarik Provinsi Bali, Kepala Perwakilan Bank Provinsi Bali, mengatakan sektor pertanian berkontribusi sekitar 15% terhadap GDPR Bali. Sektor ini mampu menyerap hingga 20 persen angkatan kerja dan berperan penting dalam pengendalian inflasi.

Subsektor perikanan yang termasuk dalam sektor pertanian mempunyai andil terbesar dan potensi ekspor yang relatif tinggi. “Namun pertumbuhan kredit pada subsektor ini justru mengalami kontraksi karena dianggap berisiko tinggi, hal ini tercermin dari tingginya kredit bermasalah dan kredit bermasalah (LAR),” ujarnya.

Diah Utari menambahkan, diversifikasi sumber pertumbuhan selain pariwisata penting untuk menyeimbangkan pertumbuhan antara wilayah utara dan selatan Bali. Saat ini, kata dia, daerah berbasis pariwisata memiliki pendapatan bulanan, pengeluaran bulanan, dan perantara kredit yang lebih tinggi dibandingkan daerah non pariwisata.

Stabilitas harga juga perlu dijaga, karena pertumbuhan ekonomi yang membawa kesejahteraan masyarakat harus dibarengi dengan inflasi yang terkendali, kata Diah Utari.

Pengendalian inflasi tidak hanya untuk stabilitas harga jangka pendek saja, namun juga jangka panjang dengan membangun ekosistem hilirisasi rantai distribusi yang diikuti Perumda Pangan sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah. BI: Perkuat Sektor Pertanian untuk Akselerasi Perekonomian Bali

“Upaya mendorong pertumbuhan ekonomi pada sektor-sektor potensial memerlukan dukungan kemudahan akses pembiayaan dan dukungan investasi, baik melalui perbankan maupun FDI (Foreign Direct Investment). Oleh karena itu, diperlukan sinergi antar semua. Pihak-pihak untuk memajukan sektor-sektor potensial di Provinsi Bali ,” dia berkata. .