7 Cara Menjaga Kesehatan Otak, Nomor 1 Penting untuk Dilakukan

Wecome Hendelforex di Situs Kami!

Jakarta – 7 Cara Menjaga Kesehatan Otak, Nomor 1 Penting untuk Dilakukan

Otak merupakan salah satu organ terpenting dalam tubuh manusia. Organ ini memegang peranan yang sangat penting, mulai dari pengaturan daya ingat, suasana hati, motilitas tubuh hingga fungsi organ lainnya.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan otak setiap saat. Jika fungsinya melemah dapat mengakibatkan gangguan yang menekan aktivitas, seperti demensia, demensia bahkan penyakit Alzheimer. Bagaimana menjaga otak Anda tetap sehat

Sebenarnya tidak sulit untuk menjaga kesehatan otak. Padahal, kesehatan otak sangat dipengaruhi oleh kebiasaan dan pola makan sehari-hari.

Jadi apa yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan otak Anda? Dikutip dari berbagai sumber, berikut ikhtisarnya.1. Tingkatkan asupan makanan kaya serat Kepala Bayi Berisiko Terjepit Saat Dilahirkan dari Ibu Berusia Kurang dari 21 Tahun

Makanan yang Anda makan setiap hari berdampak besar pada kesehatan otak. Pasalnya makanan mengandung nutrisi yang dibutuhkan untuk kesehatan otak, salah satunya serat.

Pakar nutrisi dari Harvard University dr. Uma Naidoo mengatakan serat dapat membantu mencegah risiko depresi. Serat dapat dengan mudah diperoleh dari makanan nabati seperti sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

“Langkah awal yang sederhana adalah menambahkan serat ke dalam pola makan harian Anda,” kata Naidoo, seperti dikutip CNBC.2. Berolahraga secara teratur

Olahraga biasanya dikaitkan dengan kesehatan fisik. Namun, pakar neurobehavioral dan neuropsikiatri di Weill Cornell Medical Center, Dr. Silky Pahlajani mengatakan aktivitas yang bermanfaat bagi sistem kardiovaskular juga memiliki efek yang sama pada otak.

“Apa pun yang dapat meningkatkan detak jantung Anda setidaknya selama 30 menit, empat hingga lima kali seminggu, baik untuk kesehatan otak. Olahraga tidak hanya meningkatkan aliran darah dan oksigen ke otak, tetapi juga merangsang pelepasan berbagai bahan kimia yang menyebabkan peningkatan detak jantung. bisa melindungi otak,” ujarnya. .kutipan dari NewYork-Presbyterian 3. Tidur yang cukup dan berkualitas

Kualitas dan waktu tidur juga merupakan hal sederhana yang dapat mempengaruhi kesehatan otak. Marc Milstein, penulis The Age-Resistant Brain: New Strategies to Improve Memory, Protect Immunity, and Fight Dementia, mengatakan orang dengan gangguan tidur seperti sleep apnea berisiko tinggi mengalami penurunan daya ingat 10 tahun sebelumnya. .

“Kebanyakan orang membutuhkan sekitar tujuh hingga sembilan jam tidur setiap malam untuk kesehatan otak,” katanya. Pelajari keterampilan baru

Permainan puzzle seperti teka-teki silang atau sudoku memang bisa membantu otak Anda tetap tajam. Namun Dr Pahlajani mengatakan bahwa untuk benar-benar melatih otak, tidak cukup hanya bermain puzzle.

“Kalau otak diibaratkan sebagai otot, maka dibutuhkan lebih dari satu jenis latihan. Artinya mempelajari sesuatu yang baru, entah itu instrumen, bahasa, atau permainan kartu baru,” jelasnya.

Dr Pahlajani menambahkan, kuncinya adalah melakukan apa yang belum dikuasai agar saraf-saraf di otak membentuk koneksi baru.5. Menjaga kestabilan kolesterol dan tekanan darah

Kolesterol dan tekanan darah tinggi dapat menyebabkan gangguan otak. Dr. Milstein mengatakan tekanan darah tinggi dapat melemahkan otot jantung dan membuatnya tidak mampu memompa darah dan oksigen ke seluruh tubuh secara efisien. Akibatnya, suplai darah dan oksigen ke otak bisa terganggu.

Di sisi lain, kolesterol juga merupakan faktor penting yang mempengaruhi kesehatan otak dan sistem saraf. American Heart Association merekomendasikan agar setiap orang memeriksakan kolesterolnya setiap empat hingga enam tahun.6. Luangkan waktu untuk “nongkrong” 7 Cara Menjaga Kesehatan Otak, Nomor 1 Penting untuk Dilakukan

Berkumpul bersama teman atau keluarga juga menjadi salah satu cara untuk menunjang kesehatan otak. Dr. Pahjalani mengemukakan bahwa sosialisasi dan interaksi dapat mengarah pada terbentuknya neuroplastisitas. Neuroplastisitas adalah konsep yang mengacu pada kemampuan otak dan sistem saraf untuk berubah secara struktural dan fungsional sebagai respons terhadap pengaruh lingkungan.

Sederhananya, otak bisa terus berubah dan beradaptasi berdasarkan pengalaman hidup.

“Sosialisasi dapat mendorong otak kita untuk membuat koneksi baru dan tetap sehat,” ujarnya.7. Hindari rokok

Dr. Milstein mengatakan perokok memiliki risiko 30 persen lebih tinggi terkena demensia dibandingkan bukan perokok. Risiko yang sama juga menimpa perokok pasif (orang yang menghirup asap rokok) dan perokok pasif (orang yang terpapar bahan kimia dari rokok yang menempel pada pakaian atau benda di sekitarnya). Tonton video “Para peneliti mempelajari terapi akuatik untuk perbaikan cedera otak dan sumsum tulang belakang” (ath/suc)